Sepertinya ritual untuk hadir di setiap acara Pengibaran Bendera di kantor Balaikota Malang, menjadi hobi baru dan kesenangan tersendiri bagiku. 4 tahun berturut-turut aku selalu menyediakan waktu, untuk berjemur, berpanas-panas mulai jam 8 pagi hingga siang hari, saat bendera Merah Putih sudah berkibar dengan gagah di ujung tiang tertinggi.
Selalu ada cerita yang berbeda dari tahun ke tahun. Kali ini aku berkenalan dengan seorang bapak, yang penghobi fotografer juga. Beliau berasal dari Riau. Namun, namanya .. maaf aku samarkan ya. Anggap saja pak Budi hehehehe. Banyak kisah, banyak suka duka, yang beliau ceritakan selama melakukan perjalanan hidupnya dan mendokumentasikan berbagai acara, seperti Upacara bendera kali ini.
Oh ya, satu lagi yang berbeda di upacara bendera tahun ini, ... bukan karena Walikota Malang-nya belum bisa hadir karena masih mempergunakan rompi orange, tapi karena .. banyak .. banyak .. banyak .. sekali drone yang beterbangan di atas kepalaku. Keren :)
Ok, aku bagikan saja ya beberapa foto yang sempat aku abadikan.
 |
2017 - Selalu ada kehangatan dalam barisan Paskibra |
 |
2017 - Tim pengisi acara Drama Kolosal, kisah perjuangan arek-arek Malang melawan penjajah |
 |
2017 - Drama Kolosal |
 |
2017 - Menghayati setiap peran yang mereka emban, merasakan bagaimana kuat, perih, takut, beraninya para pejuang |
 |
2018 - Suasana baru, kenalan baru :) |
 |
2018 - Detik-detik persiapan upacara bendera. Semua antusias untuk melihat gagahnya pasukan Pengibar Bendera |
 |
2018 - W o W |
 |
2018 - Semua memandang, semua takjub, semuanya ... |
 |
2018 - Terima kasih Pasukan 17, 8 dan 45 Selamat bertugas dan mengibarkan Sang Merah Putih di ujung tiang tertinggi di Bumi Malang |