Kejadian yang membuatku cukup kaget menghampiriku di awal tahun kemarin. Awalnya karena percakapan yang berbau bisnis, namun akhirnya menjurus ke hal-hal lain. Dan "hal-hal" lain tersebut membuatku berpikir tentang apa sih arti teman, sahabat atau saudara itu sebenarnya ?
Aku tidak tahu, apakah dari kecil aku benar-benar memiliki teman atau teman baik, sahabat atau sahabat sejati, saudara atau saudara seperjuangan. Aku tidak benar-benar tahu. Apakah jika aku sering "nongkrong" dengan "orang-orang lain", itu bisa didefinisikan sebagai teman atau pertemanan ? Atau persahabatan ? Atau persaudaraan ?
Jujur percakapan di telepon kemarin, cukup membuatku kecewa, mengetahui cerita yang sebenarnya tentang seorang yang lain, yang aku anggap teman, sahabat atau saudara atau apalah. Dan jujur dari percakapan tersebut, mataku menjadi lebih "melek"
serta membuatku semakin berpikir, aku tidak bisa menggabungkan antara pertemanan, persahabatan, persaudaraan dengan bisnis ataupun bentuk lainnya.
Mungkin dari pertemanan, persahabatan atau persaudaraan bisa terjalin bisnis yang baik, namun sementara ini aku berpendapat lebih baik aku pisahkan dulu.
Kamu temanku ? Kamu sahabatku ? Kamu saudaraku ? (meskipun aku tidak yakin apakah aku benar-benar punya) ... Kalau urusan bisnis, sori ya .... kita lupakan sejenak hubungan yang sudah terjalin selama ini.
Mungkin tidak tepat aku berpendapat seperti itu, hanya gara-gara segelintir orang yang hanya ingin memanfaatkan aku (menurut pendapat orang lain juga), tetapi lebih baik aku waspada dan lebih berhati-hati kembali dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Akan lebih baik bagiku (mungkin) bila aku tidak terlalu dekat, karena tanpa mereka sadari, mereka telah memanfaatkan keadaan dengan baik. Tapi itu juga bukan kesalahan mereka, itu lebih kepada ... kebodohanku yang tidak pernah waspada, menganggap semua orang itu baik dan tidak "itungan" kepada orang lain, bahkan kepada mereka yang baru saja aku kenal, serta terlalu menjunjung tinggi "balas budi".
Trauma ?
Lebih kepada pembelajaran diri saja. Dulu memang aku pernah trauma, tapi rasanya tidak semua manusia sejahat itu dan tidak semua manusia tidak sejahat itu. Jadi ... yah belajar lagi saja untuk lebih waspada dan berhati-hati.
Okay ...
Pagi tadi aku duduk diam di depan jendela ruangan. Kutautkan kedua tanganku, dan kumulai berdoa.
" Bapak kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu, diatas bumi seperti didalam surga.
Berikanlah kami pada hari ini, makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kamipun juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah Kau bawa kami kedalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.
Karena Engkaulah yang empunya kerajaan, dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya" (doa inilah yang selalu aku panjatkan saat aku berpuasa 40 hari)
"Bapa, berfirmanlah pagi ini, aku siap mendengarkannya, dan aku mohon, berikan aku satu mujizat saja untuk kesembuhanku. Amin" (doa inilah yang selalu aku panjatkan saat aku berpuasa 40 hari, disamping doa permohananku lainnya)
Kubuka email, dan kulihat ada kiriman Renungan Harian disana, karena memang aku berlangganan Renungan Harian setiap harinya.
Dan renungan pagi ini, tentang .... Persahabatan Daud dan Yonatan. Kebetulan ?? Sekali lagi tidak :)
Ah ...
Terima kasih Tuhan, Kau ingatkan aku kembali tentang arti sahabat. Mungkin aku memaknainya salah, namun aku tetap berpegang kepada kebenaran firman Tuhan. Seorang sahabat akan saling menjaga, seorang sahabat akan saling melindungi, seorang sahabat akan saling mengasihi. Tidak ada kata "berkhianat" di ayat tersebut.
Jujur aku sering berkata kepada istriku, "Ma, sori ya, mungkin suatu saat nanti aku akan nyari teman, untuk menemani aku mancal sepeda, biar ndak membebani kamu untuk mau menemani aku." Dan aku pun berkata pada diriku, "Aku harus mencari teman untuk menemani mancal, teman yang enak, teman yang mau saling mengerti, teman yang mau saling mengasihi dan bla bla bla bla bla " ... Dan semoga aku pun juga bisa seperti itu dihadapan "calon temanku" .... nantinya.
Kamu mau menemani aku mancal ?? hehehe. Selamat datang temanku, sahabatku, saudaraku. Yuk, kita saling belajar untuk mengasihi dan menghargai satu dengan lainnya .. yukkkk. :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.